Minggu, 08 Juli 2007

Tentang Hyde

HYDE
Hyde’s Facts Posisi : Vocal
Nama Asli : Takarai Hideto
Nickname: Hyde (dibaca : Haido), Haito, Doi, Hachirou
Born: Wakayama Osaka, 29 Januari 1969
Tinggi : 158 cmBerat : 45 kg
GITARIS SALAH JURUSAN
Kalau melihat penampilannya sekarang, orang mungkin akan terkejut jika melihat dandanan Hyde di masa masa awal Laruku, karena dulu hyde benar benar lebih pantas disebut ‘beautiful girl’ daripada ‘handsome boy’. Diluar gayanya diatas panggung dan video klip yang selalu terlihat cool, sedikit arogan dan agak nakal, Hyde sebenarnya adalah orang yang lemah lembut dengan suara yang selalu halus. Salah satu tema baiknya yang bernama Gackt pernah mengutarakan kalau tipe cewek idealnya adalah tipe yasashii [ramah dan lembut] seperti Hyde, cuma sayangnya Hyde laki-laki!
Hyde lahir di sebuah daerah di Osaka, Jepang, 29 Januari 1969. Nama aslinya Hideto Takarai. Namun, pria bertinggi 158 ini punya banyak nama panggilan. Mulai dari Haito, Doi Hachirou Sampai Hyde. Namun nickname yang terakhirlah yang sering dipilihnya sebagai nama panggung di kemudian hari.Sebagai anak tunggal, cowok yang hobinya ngumpulin barang-barang dari gelas berwarna biru ini amat disayang oleh kedua orang tuanya. Terutama orang yang telah melahirkanya, yaitu sang ibu.Namun, ibunya kadang memperlakukan Hyde dengan aneh. Sehari-harinya Hyde didandani kayak anak cewek. Setiap akan tidur, sang ibu selalu memakaikan daster pada Hyde. Lantas, semua peralatan sekolahnya juga dipilihkan warna merah. Warna yang biasa disukai anak cewek. Hal itu terjadi karena ibunda Hyde saat mengandung sangat mengharapkan anak cewek. Tapi, setelah Hyde lahir, Ibunda Hyde divonis tidak bisa punya anak lagi. Jadi dech ibunda Hyde memperlakukan Hyde seperti anak cewek. Pria berberat badan 45 kg ini di jadikan anak emas dirumah, dia selalu dimanja sang bunda. Maka dari itu Hyde tumbuh jadi pribadi yang cengeng. Yang gampng nangis dan pengadu.Meliat perlakuan sang ibu, ayahnya lantas kawatir kalau-kalau Hyde jadi perempuan jadi-jadian jika dia besar nanti. Maka dari itu, ayahnya memasukanya ke dalam perguruan beladiri sejak ia kecil. Maksudnya, biar Hyde lebih tegar dan tidak gampang nangis.Upaya sang ayah berhasil. Lama-kelamaan Hyde jarang nagis lagi. Dia pun tumbuh sebagai seorang anak laki-laki jagoan yang mandiri dan tidak manja seperti anak tungal lainya.

BERMUSIK
Ketertarikan Hyde pada musik sudah terlihat sejak dia duduk di bangku SD. Dari awal dia bercita-cita jadi seorang gitaris handal. Soalnya dia merasa kalau gaya seorang gitaris tuh cool abies kalau di atas panggug.Ketertarikannya pada musik, terutama gitar, membuat nya bergabung dengan sebuah band bernama Kiddies Bombs di awal '90-an. tentu saja sebagai seorang gitaris. Bersama Laruku, Hyde sempat mangung beberapa kali di klab-klab rock yang tersebar di Osaka.Sayang, umur Kiddies Bombs tidak bertahan lama. sang vokalis memutuskan untuk mundur dari band. Karena tidak punya vokalis, akhirnya personil lain ngomporin Hyde untuk nyanyi sambil menggitar. Alasanya, sebagai backing vocal, suara cowok yang sempat berprofesi sebagai guru drum (!) ini khas dan unik.Awalnya Hyde menolak. Soalnya dia sangat sebel dengan yang namanya vokalis. Dia merasa kalau vokalis tuh cuman bisa teriak-teriak seenaknya sambil megang alat buat ngerasin suaranya dan nggak bisa nunjukin teknik musik yang oke di panggung. Namun setelah dipaksa-paksa, akhirnya penikmat kari ini menerima juga tawaran itu.Dengan Hyde sebagai vokalis, bandnya berganti nama menjdi Jarusalem's Rod. Pelan-pelan Laruku menjelma jadi band indie yang lumayan exist di pentas musik Osaka.Pada suatu malam, saat Jarusalem's Rod lagi manggung di sebuah pentas band, datanglah dua orang musisi amatir yang lagi sibuk mencari vokalis. Tetsu dan Pero, begitu nama mereka, langsung naksir berat dengan warna vokal Hyde yang khas. Kelar konser, dua sekawan ini cepat-cepat mendatangi kamar ganti untuk menawari gitars salah jurusan itu untuk ikutan latihan bersama mereka.Dua sekawan itu memutar CD demo sekaligus ngajak latihan bersama. Karena musiknya bagus, Hyde akhirnya mau untuk latihan bersama. Dengan catatan, Hyde tetap main gitar. Ternyata mereka tidak keberatan. Ternyata visi pria buta warna ini pas sekali dengan Tetsu. Akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan band yang bernama L'Arc~en~Ciel alias Laruku itu.

KEPOPULERAN HYDE
Pilihan Hyde tidak salah. Meski Laruku sering bergonta-ganti personil dan harus memulaikarir dari jalur indie, belakangan pintu sukses mulai terkuak. Ki-oon Records, label lokal yang berafiliasi pada Sony Music Internasional, tertarik untuk memproduksi album mereka. Alasannya hanya dua hal: musik Laruku dinilai oke dan vokal Hyde dianggap khas dan bisa dijual. Memang sulit dibayangkan L’Arc~en~Ciel tanpa vokal khas Hyde yang terkenal dengan tarikan falsetto-nya. Harus diakui kalau suara [dan tampang] yang tidak ada duanya itu adalah salah satu faktor daya tarik dan kesuksesan band ini.Sejak ditangani Ki-oon, popularitas Laruku menanjak. Dan, sebagai frontman Laruku. Sempat di tahun 1997, popularitas Laruku merosot drastis akibat drummer mereka. Sakura, tertangkap tangan membawa heroin. Namun, hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada Hyde.Selain sebagai vokalis, Hyde juga menulis lirik hampir di seluruh lagu Laruku dan kadang memainkan additional guitar. Lirik yang ditulisnya banyak menggunakan metafora dan hidden meanings (pesan tersaembunyi). Dalam Niji, Hyde menggunakan kata kata dan susunan kalimat yang tidak lazim, membuat lagu itu susah dimengerti. Sampai Hyde akhirnya harus menjelaskan bahwa lagu itu intinya bercerita tentang perasaan pribadinya saat menjalani masa remaja. Hal ini bisa dipahami mengingat Hyde yang hobi menulis puisi dan ia selalu menbawa buku sketsa untuk menuangkan pikirannya ke dalam kata-kata dan gambar. Karya karyanya bahkan pernah diterbitkan secara reguler dalam majalah RR Newsmaker dalam bentuk Self Potrait yang berisi artwork dan poetry asli hasil karya Hyde. Lucunya meskipun ia sendiri yang menulis lirik lagu, tapi Hyde terkenal dengan kebiasaan jeleknya melupakan lirik di atas panggung.Hyde juga menulis lagu untuk Laruku yang biasanya bertempo cepat dengan permainan gitar rock yang menojol. Salah satunya adalah “Honey”, salah satu single Laruku yang paling beken dan selalu menjadi favorit fans dalam penampilan live mereka. Selain gitar, Hyde juga memainkan harmonika dalam “Flower” dan meniup saksofon dalam “Loreley”. Meskipun sudah terbiasa menulis lagu, lirik dan memainkan alat musik, tetap saja Hyde merasa kerepotan ketika mengerjakan proyek solonya karena saat itu ia harus memikirkan dan memutuskan segala sesuatunya sorang diri. Sama seperti Tetsu, Hyde pun memiliki label rekaman sendiri yang barnama Haunted Record, dimana ia merilis his singles dan kedua albumnya.Popularitas Hyde makin menjadi saat ikutan berakting di beberapa film dan merilis album solo. Akting paten dan barisan lagu keren yang dihasilkan membuat namanya makin melambung. Banyak sekali remaja jepang yang mengidolakannya. Tak peduli, walaupun statusnya yang sudah menikah dengan Megumi Oishii, seorang bintang film jepang, di tahun 2000.Pas Laruku memutuskan untuk comeback dengan album Smile ditahun 2004. Hyde yang sudah sangat populer di Jepang, tetap konsen untuk berkarya sepenuh hati bersama bandnya. Hasilnya, Smile menjelma menjadi album Laruku terlaris sepanjang masa. begitu juga dengan Awake yang diliris 2005.Man, kejadian itu bisa jadi bukti kalau sumbangan Hyde pada band yang sudah terbentuk sejak tahun 1991 ini amat besar. So banyak sekali fans yang berpendapat kalau Laruku tidak bakalan jalan kalau sampai cowok yang percaya santa clous sampai umur 15 tahun ini keluar dari band.

PROYEK SOLO HYDE
Vokalis band terbesar Jepang ini, dikenal juga berkarya lewat album solonya. Karya karya yang tak kalah besar pengaruhnya untuk musik di negeri matahari tersebut.Sebagai musisi, Hyde punya beberapa buah album solo di samping barisan lagu andalannya bersama Laruku.Saat dia mengerjakan album solo, dia sengaja memilih nama Hyde. Pasalnya, Hyde ingin sekali semua penggemarnya tahu kalau dia bisa melakukan sesuatu di luar Laruku.Meski sudah sangat lama mengumpukan materi, album debut solo Hyde baru dirilis tahun 2002, saat Laruku memutuskan vakum memproduksi album. Album debut Hyde diberi judul Roentgen dan berisikan 10 lagu paten yang menurunnya banyak dipengaruhi oleh Marilyn Manson dan Radioheat. Nih album sempat dirilis dalam dua versi, bhaasa inggris dan bahasa Jepang. Memang, sebelumnya Hyde sempat ngerilis single Evergreen tanggal 17 Oktober 2001 di bawah bendera Haunted Records, yang notabene miliknya sendiri. Tapi, tetap saja judulnya single. Bukan album solo yang isinya belasan lagu.Kiprah solo Hyde berlanjut di tahun 2003. Tepat tanggal 3 Desember, Hyde merealese album berjudul 666. Warna musiknya tidak jauh beda dengan album perdana. Cuma lebih halus dan rapi. Di jepang sendiri telah dirilis sejak Desember lalu. Hasilnya adalah sambutan luar biasa. Di tahun 2003, Hyde juga memperluas bakatnya dengan tampil dalam layar lebar "MOON CHILD" (berperan bersama Gackt dan Wang Lee Hom- aktor dan penyanyi asal Taiwan). Kemudian di tahun yang sama juga, ia ngotot untuk mengejar karir solonya hingga menghasilkan single hello dan horizon. Lalu lahirlah album solo keduanya ini yang juga menjadi album terbarunya 666, including two smash hit singles plus 8 other powerful rock tunes. Its initial limited version comes Total penjualan album Hyde terjual lebih dari 500 ribu keping dan pejualan single yang lebih dari 1 juta kopi hanya di Jepang sendiri. Selepas album 666, penggemar Kamen Rider ini menghasilkan album solo lagi yang diberi judul Faith. Di album tersebut, Hyde menumpahkan aspek religius yang sangat unik. Satu hal yang tidak pernah ada di album sebelumnya. Hal itu terjadi karena Hyde tertarik dengan suasana gereja di Eropa yang menurutnya dapat membuatnya merasa tentram. Walaupun dia orang yang tidak pernah memihak suatu agama tertentu. Vokalnya yang kharismatik masih terdengar bertenaga saat ia membawakan "Made In Heaven". Komposisi musik yang dibesutnya semakin memperlihatkan skillnya sebagai musisi papan atas. Permainan kata Inggris Jepang semakin piawai ditunjukkan lewat album ini. Bertajuk Faith, album ini berisi rock berenergi seperti "Faith", "Perfect Moment" dan "I Can Feel".Tampaknya front man L'Arc~en~Ciel ini benar-benar ingin menunjukkan kualitasnya sebagai musisi. Dia menampilkan transisinya dari seorang visual rock Jepang menjadi artis modern rock rasa Amerika. Album ketiga Hyde kali ini wajib di koleksi penggemar musik saat ini.Dengan KAZ sebagai produser, album ini terasa lebih beraliran sound hard rock. Setelah album Faith, Hyde lebih milih mencurahkan energinya untuk Laruku daripada sibuk mengotak-atik materi album solonya sendiri. Wah, kalau gini caranya, bisa-bisa album solo Hyde baru keluar saat Laruku vakum lagi, nih!

L`Arc~en~Ciel

AWAL TERBENTUK
Berawal dari band indie, empat anak muda asal Osaka ini bercita-cita jadi “sesuatu” di industri musik dunia. Namun, baru sepuluh tahun kemudian, jalan menuju popularitas global terbuka.Semuanya berawal di bulan Februari 1991. Saat seorang anak muda bernama Tetsu berniat membentuk sebuah band yang memainkan musik rock. Untuk mewujudkan niatnya itu, Tetsu mengajak Hiro, teman akrabnya, untuk ikut bergabung sebagai gitaris. Berdua, mereka mulai saling berdiskusi untuk menentukan arah band yang akan dibuat. Di waktu yang nyaris bersamaan, Kiddies Bombs, band rock yang rumayan sering manggung di klab musik Osaka, ditinggal pergi sang vokalis. Akhirnya mereka sepakat mengganti nama band itu menjadi Jerusalem’s Rod. Sebagai vokalis, diangkatlah Hyde yang dulunya gitaris. Dengan nama baru, band mereka mulai menjelajah klab-klab di Osaka. Sampai pada suatu malam, aksi panggung mereka terlihat oleh Tetsu dan Hiro. Dua sekawan ini langsung jatuh hati pada vocal Hyde dan menawarinya untuk latihan bersama. Tawaran itu diiyakan oleh Hyde. Plus seorang drummer bernama Pero, setelah itu mereka mulai berlatih bersama. Ternyata, visi musik keempat orang ini nyaris sama. Akhirnya, mereka sepakat membuat band dan memilih L’Arc-en-Ciel sebagai nama band mereka. Nama L’arc-en-Ciel didapat setelah Tetsu menonton sebuah film Perancis. Penasaran dengan kata itu, dia lantas mencari tahu artinya. Ternyata artinya pelangi. Tetsu langsung saja mengusulkan kata ini menjadi nama band. Ternyata yang lain setuju!
TAMBAL SULAM Pertengahan 2002, Laruku (begitu band ini biasa dipanggil di Jepang) memutuskan masuk studio untuk rekaman mini album. Repotnya, Hanya selang beberapa minggu menjelang rekaman, Hiro memutuskan keluar dari band. Sepontan saja ketiga temannya panik. Padahal, jadwal rekaman di studio tinggal menghitung hari dan tidak bisa diundur karena uang sewanya sudah dibayar. Sempat putar otak rumayan lama, akhirnya Tetsu mendapat akal. Dia bergegas menelepon teman akrabnya. Ken, yang masih kuliah di jurusan arsitektur, untuk bergabung sebagai gitaris. Ternyata Ken setuju. Akhirnya, mini album yang belakangan diberi nama Yasouka sukses dirilis di pasaran bulan November 1992.Gara-gara mini album itu, popularitas Laruku bertambah. Job manggung pun makin ramai. Yang bingung sekarang justru Ken. Gara-gara terlalu sering manggung, kuliah gitaris murah senyum ini jadi terbengkalai. Akhirnya, dia memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya dan total berkarir di dunia musik. Saat Ken memutuskan total di Laruku. Pero justru berpikir sebaliknya. Drummer ini memutuskan keluar dari band akhir 1992. Posisinya digantikan dengan Sakura, seorang session drummer asal Tokyo yang punya permainan cantik. Tanggal 16 Januari 1993, Sakura resmi jadi drummer Laruku.

POPULER
Masuknya Sakura ke formasi band, ternyata membawa berkah. Dari sakura mereka tahu kalau kesempatan berkarir di Tokyo lebih besar. Akhirnya seluruh personil band memutuskan untuk pindah ke Tokyo dan tinggal di rumah Sakura. Selanjutnya, Laruku kembali masuk studio rekaman. Kali ini yang direkam sebuah full album yang diberi judul Dune. Album tersebut dirilis tanggal 10 April 1993 di bawah bendera label indie, Danger Crue. Tidak disangka, album tersebut laris sebanyak 20 ribu kopi. Hanya dalam waktu tiga bulan dan sukses memuncaki daftar tangga lagu di stasiun TV musik Jepang, Oricon. Prestasi ini membuat Laruku mendapat kesempatan untuk bermain di Shibuya Koukaidou, tempat band-band indie ngetop beraksi di atas panggung. Tanggal 14 Juni 1993, Laruku menggelar tur konser perdana yang diberi title” Closed By Dune”. Dalam tur ini, mereka menggelar 10 konser dalam waktu dua minggu. Gara-gara tur pertama ini, popularitas Laruku melambung tinggi. Hal ini membuat Ki-oon Record, label lokal yang berafiliasi pada Sony Music Entertainment Jepang, tertarik dan menawari mereka kontrak rekaman. Tanpa basa-basi tawaran ini langsung mereka ambil. Awal tahun 1994, Laruku resmi bernaung di bawah label Ki-oon. Bersama Ki-oon Laruku merilis album keduanya yang diberi judul Tierra bulan Juli 1994. Album ini mengandalkan single Blurry Eyes sebagai kojo. Ternyata, sambutannya meriah. Buktinya, saat menggelar tur “Sense of Time”, konser mereka tidak pernah sepi. Selalu ada saja ribuan penonton yang datang. Tahun 1995, Laruku merilis album Heavenly. Lagi-lagi, album ini sukses di pasaran. Bahkan tiket untuk konser tur album ini sudah sold out jauh-jauh hari. Benar-benar sebuah prestasi yang luar biasa untuk ukuran band baru. Sayang, kesuksesan yang diraih Laruku saat itu tidak bisa maksimal. Hanya selang beberapa saat selepas merilis album True, ada kejadian tidak mengenakkan yang membuat semua tur mereka dibatalkan. Sakura ditahan polisi gara-gara memakai obat-obatan terlarng. Akibat kejadian ini, Sakura merasa malu dan memutuskan untuk keluar dari band, pada tanggal 4 Oktober 1997. Keluarnya Sakura berimbas pada seluruh personil. Terutama Hyde, yang sudah jadi sahabat karibnya. Akibatnya mereka memutuskan vakum untuk sementara waktu. Selain itu untuk mencari drummer pengganti, masa vakum mereka digunakan untuk menenangkan diri dari kejadian yang tidak disangka-sangka itu. Dalam pencarian drummer baru, Tetsu berkenalan dengan Yukihiro, bekas drummer Zi:Kill dan Die in Cries yang punya power fantastis. Ternyata, permainan drum Yukihiro sukses membuat Tetsu naksir. Kemudian Tetsu mengajaknya untuk ikut dalam rekaman single Niji. Tapi, di single ini, posisnya masih sebagai additional player.

COME BACK
Sadar dengan potensi Yukihiro, Mereka kemudian mengajak drummer kurus itu untuk ikut tampil di konser come back Laruku, “Reincarnation Live” yang digelar di Tokyo Dome, 13 Desember 1997. Ternyata, konser tersebut sukses besar. Hanya dalam tempo 4 jam, tiket pertunjukan sebanyak 56.000 lembar habis terjual. Fantastis! Selepas konser itu, Yukihiro menjadi sering nongkrong bersama Ken, Hyde dan Tetsu. Lama-kelamaan, drummer yang akrab dipanggil Yukky ini benar-benar dipromosikan menjadi drummer Laruku. Pengumuman diangkatnya Yukky sebagai pengganti Sakura dilakukan tanggal 1 Januari 1998. Bersama Yukky, Laruku kembali masuk studio untuk rekaman. Kali ini mereka merekam album Heart yang dirilis tanggal 25 Februari 1998. Album ini mencetak sejarah karena laris manis sebanyak sejuta kopi dalam waktu seminggu! Gara-gara Heart, popularitas Laruku melonjak. Namanya mulai dikenal di Korea dan Cina. Tur konsernya juga semakin seru. Laruku menjelma jadi band nomor satu di Jepang. Tahun 2000, Laruku merilis album Real dan dilanjutkan dengan album kompilasi Clicked Single 13 yang juga sukses di pasaran. Sayang, selepas album ini, semua personil sibuk memikirkan proyek solo masing-masing. Akibatnya, ada gosip kalau-kalau Laruku bakalan bubar selamanya. Wah, gawat dong? “Ah, gosip itu tidak benar. Kami hanya ingin istirahat sebentar. Sudah sangat banyak konser yang kami gelar di bawah nama Laruku. Maka dari itu, kami ingin membuat sesuatu yang bisa menyegarkan otak kami sementara waktu,” ujar Hyde, yang di masa vakum itu merilis album Roentgen yang isinya lagu-lagu berbahasa Inggris. Ternyata, yang dikatakan Hyde bukan basa-basi semata. Akhir tahun 2003, selepas merilis tiga buah album The Best sekaligus, Laruku kembali masuk studio untuk merekam album baru. Dan, awal 2004, album berjudul Smile yang mengandalkan single Hitomi no Jyuunin itu dirilis ke pasaran. Seperti yang sudah diduga, album ini meledak. Bahkan, gaungnya sampai ke tanah Amerika. Tak heran, waktu Laruku tampil sebagai perform di Anime Convention Otakon yang digelar di Baltimore, penonton yang datang banyak sekali. Sampai 45 ribu orang. Setahun selepas dirilisnya Smile, Laruku kembali merilis album yang diberi judul Awake. Seperti pendahulunya, album ini benar-benar dahsyat. Pasalnya, jauh sebelum dirilis, single Real World yang ada di album ini, langsung terpilih sebagai theme song anime Full Metal Alchemist dan dimainkan di acara pembukaan kompetisi nasional bisbol se-jepang. Begitu dirilis, lagi-lagi album ini membuat kejutan. Singel Jiyuu e no Shoutai yang dipasang sebagai single kojo, terpilih sebagai image song Daihatsu di tahun 2005. Wajar kalau dalam waktu singkat album ini masuk dalam daftar album terlaris di Jepang. Bulan September 2005, Laruku menggelar Asian Tour ke Cina, Hong Kong dan Korea. Ini adalah konser tur perdana mereka di benua Asia. Konon, tiket pertujukannya sudah sold out sebulan menjelang konsernya digelar.
Sepanjang karirnya, L’Arc-en-Ciel sempat membentuk tiga buah band alter ego. Band tersebut diantaranya :
D’ARK-EN-CIEL
Formasi band ini terbentuk saat Laruku masih diperkuat oleh Sakura. Pertama kali muncul ke permukaan, saat Laruku megelar tur konser “Kiss Me Heavenly” sepanjang tahun 1996. Yang membedakan D’ark-en-Ciel dengan Laruku adalah susunan playernya. Di band ini, Tetsu alias D’ark Tetsu jadi vokalis, Hyde alias Hyde Dark jadi gitaris, Suck-D’ark-La atau Sakura jadi bassis dan Ken a.k.a Keb D’ark jadi drummer. Konon, Laruku cuma memainkan beberapa lagu. Diantaranya Destroy, Minagoroshi, Banana Mask, Origoroshi, Dark In My Life, Accident, Insanity dan Bukhorosu.

THE ZOMBIEZ
Saat Laruku ditinggal oleh Sakura, mereka sempat vakum beberapa bulan. Waktu vakum ini mereka gunakan untuk membentuk band yang memainkan lagu-lagu mereka sendiri. Tetapi dengan band ini mereka merubah aranseman lagu-lagu mereka dengan aransemen yang kocak. Pesonilnya: Ken, Tetsu, dan Hyde.

P’UNK-EN-CIEL
Kalau yang ini band alter ego-nya Laruku era Yukihiro. Laruku memainkan lagu-lagu Laruku dalam format punk. Formasi Laruku dalam format punk. Formasi Laruku adalah : Tetsu P’unk (gitar/vocal), Hyde P’unk (gitar), Yukihiro P’unk (bas) dan Ken P’unk (drum).