Minggu, 08 Juli 2007

L`Arc~en~Ciel

AWAL TERBENTUK
Berawal dari band indie, empat anak muda asal Osaka ini bercita-cita jadi “sesuatu” di industri musik dunia. Namun, baru sepuluh tahun kemudian, jalan menuju popularitas global terbuka.Semuanya berawal di bulan Februari 1991. Saat seorang anak muda bernama Tetsu berniat membentuk sebuah band yang memainkan musik rock. Untuk mewujudkan niatnya itu, Tetsu mengajak Hiro, teman akrabnya, untuk ikut bergabung sebagai gitaris. Berdua, mereka mulai saling berdiskusi untuk menentukan arah band yang akan dibuat. Di waktu yang nyaris bersamaan, Kiddies Bombs, band rock yang rumayan sering manggung di klab musik Osaka, ditinggal pergi sang vokalis. Akhirnya mereka sepakat mengganti nama band itu menjadi Jerusalem’s Rod. Sebagai vokalis, diangkatlah Hyde yang dulunya gitaris. Dengan nama baru, band mereka mulai menjelajah klab-klab di Osaka. Sampai pada suatu malam, aksi panggung mereka terlihat oleh Tetsu dan Hiro. Dua sekawan ini langsung jatuh hati pada vocal Hyde dan menawarinya untuk latihan bersama. Tawaran itu diiyakan oleh Hyde. Plus seorang drummer bernama Pero, setelah itu mereka mulai berlatih bersama. Ternyata, visi musik keempat orang ini nyaris sama. Akhirnya, mereka sepakat membuat band dan memilih L’Arc-en-Ciel sebagai nama band mereka. Nama L’arc-en-Ciel didapat setelah Tetsu menonton sebuah film Perancis. Penasaran dengan kata itu, dia lantas mencari tahu artinya. Ternyata artinya pelangi. Tetsu langsung saja mengusulkan kata ini menjadi nama band. Ternyata yang lain setuju!
TAMBAL SULAM Pertengahan 2002, Laruku (begitu band ini biasa dipanggil di Jepang) memutuskan masuk studio untuk rekaman mini album. Repotnya, Hanya selang beberapa minggu menjelang rekaman, Hiro memutuskan keluar dari band. Sepontan saja ketiga temannya panik. Padahal, jadwal rekaman di studio tinggal menghitung hari dan tidak bisa diundur karena uang sewanya sudah dibayar. Sempat putar otak rumayan lama, akhirnya Tetsu mendapat akal. Dia bergegas menelepon teman akrabnya. Ken, yang masih kuliah di jurusan arsitektur, untuk bergabung sebagai gitaris. Ternyata Ken setuju. Akhirnya, mini album yang belakangan diberi nama Yasouka sukses dirilis di pasaran bulan November 1992.Gara-gara mini album itu, popularitas Laruku bertambah. Job manggung pun makin ramai. Yang bingung sekarang justru Ken. Gara-gara terlalu sering manggung, kuliah gitaris murah senyum ini jadi terbengkalai. Akhirnya, dia memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya dan total berkarir di dunia musik. Saat Ken memutuskan total di Laruku. Pero justru berpikir sebaliknya. Drummer ini memutuskan keluar dari band akhir 1992. Posisinya digantikan dengan Sakura, seorang session drummer asal Tokyo yang punya permainan cantik. Tanggal 16 Januari 1993, Sakura resmi jadi drummer Laruku.

POPULER
Masuknya Sakura ke formasi band, ternyata membawa berkah. Dari sakura mereka tahu kalau kesempatan berkarir di Tokyo lebih besar. Akhirnya seluruh personil band memutuskan untuk pindah ke Tokyo dan tinggal di rumah Sakura. Selanjutnya, Laruku kembali masuk studio rekaman. Kali ini yang direkam sebuah full album yang diberi judul Dune. Album tersebut dirilis tanggal 10 April 1993 di bawah bendera label indie, Danger Crue. Tidak disangka, album tersebut laris sebanyak 20 ribu kopi. Hanya dalam waktu tiga bulan dan sukses memuncaki daftar tangga lagu di stasiun TV musik Jepang, Oricon. Prestasi ini membuat Laruku mendapat kesempatan untuk bermain di Shibuya Koukaidou, tempat band-band indie ngetop beraksi di atas panggung. Tanggal 14 Juni 1993, Laruku menggelar tur konser perdana yang diberi title” Closed By Dune”. Dalam tur ini, mereka menggelar 10 konser dalam waktu dua minggu. Gara-gara tur pertama ini, popularitas Laruku melambung tinggi. Hal ini membuat Ki-oon Record, label lokal yang berafiliasi pada Sony Music Entertainment Jepang, tertarik dan menawari mereka kontrak rekaman. Tanpa basa-basi tawaran ini langsung mereka ambil. Awal tahun 1994, Laruku resmi bernaung di bawah label Ki-oon. Bersama Ki-oon Laruku merilis album keduanya yang diberi judul Tierra bulan Juli 1994. Album ini mengandalkan single Blurry Eyes sebagai kojo. Ternyata, sambutannya meriah. Buktinya, saat menggelar tur “Sense of Time”, konser mereka tidak pernah sepi. Selalu ada saja ribuan penonton yang datang. Tahun 1995, Laruku merilis album Heavenly. Lagi-lagi, album ini sukses di pasaran. Bahkan tiket untuk konser tur album ini sudah sold out jauh-jauh hari. Benar-benar sebuah prestasi yang luar biasa untuk ukuran band baru. Sayang, kesuksesan yang diraih Laruku saat itu tidak bisa maksimal. Hanya selang beberapa saat selepas merilis album True, ada kejadian tidak mengenakkan yang membuat semua tur mereka dibatalkan. Sakura ditahan polisi gara-gara memakai obat-obatan terlarng. Akibat kejadian ini, Sakura merasa malu dan memutuskan untuk keluar dari band, pada tanggal 4 Oktober 1997. Keluarnya Sakura berimbas pada seluruh personil. Terutama Hyde, yang sudah jadi sahabat karibnya. Akibatnya mereka memutuskan vakum untuk sementara waktu. Selain itu untuk mencari drummer pengganti, masa vakum mereka digunakan untuk menenangkan diri dari kejadian yang tidak disangka-sangka itu. Dalam pencarian drummer baru, Tetsu berkenalan dengan Yukihiro, bekas drummer Zi:Kill dan Die in Cries yang punya power fantastis. Ternyata, permainan drum Yukihiro sukses membuat Tetsu naksir. Kemudian Tetsu mengajaknya untuk ikut dalam rekaman single Niji. Tapi, di single ini, posisnya masih sebagai additional player.

COME BACK
Sadar dengan potensi Yukihiro, Mereka kemudian mengajak drummer kurus itu untuk ikut tampil di konser come back Laruku, “Reincarnation Live” yang digelar di Tokyo Dome, 13 Desember 1997. Ternyata, konser tersebut sukses besar. Hanya dalam tempo 4 jam, tiket pertunjukan sebanyak 56.000 lembar habis terjual. Fantastis! Selepas konser itu, Yukihiro menjadi sering nongkrong bersama Ken, Hyde dan Tetsu. Lama-kelamaan, drummer yang akrab dipanggil Yukky ini benar-benar dipromosikan menjadi drummer Laruku. Pengumuman diangkatnya Yukky sebagai pengganti Sakura dilakukan tanggal 1 Januari 1998. Bersama Yukky, Laruku kembali masuk studio untuk rekaman. Kali ini mereka merekam album Heart yang dirilis tanggal 25 Februari 1998. Album ini mencetak sejarah karena laris manis sebanyak sejuta kopi dalam waktu seminggu! Gara-gara Heart, popularitas Laruku melonjak. Namanya mulai dikenal di Korea dan Cina. Tur konsernya juga semakin seru. Laruku menjelma jadi band nomor satu di Jepang. Tahun 2000, Laruku merilis album Real dan dilanjutkan dengan album kompilasi Clicked Single 13 yang juga sukses di pasaran. Sayang, selepas album ini, semua personil sibuk memikirkan proyek solo masing-masing. Akibatnya, ada gosip kalau-kalau Laruku bakalan bubar selamanya. Wah, gawat dong? “Ah, gosip itu tidak benar. Kami hanya ingin istirahat sebentar. Sudah sangat banyak konser yang kami gelar di bawah nama Laruku. Maka dari itu, kami ingin membuat sesuatu yang bisa menyegarkan otak kami sementara waktu,” ujar Hyde, yang di masa vakum itu merilis album Roentgen yang isinya lagu-lagu berbahasa Inggris. Ternyata, yang dikatakan Hyde bukan basa-basi semata. Akhir tahun 2003, selepas merilis tiga buah album The Best sekaligus, Laruku kembali masuk studio untuk merekam album baru. Dan, awal 2004, album berjudul Smile yang mengandalkan single Hitomi no Jyuunin itu dirilis ke pasaran. Seperti yang sudah diduga, album ini meledak. Bahkan, gaungnya sampai ke tanah Amerika. Tak heran, waktu Laruku tampil sebagai perform di Anime Convention Otakon yang digelar di Baltimore, penonton yang datang banyak sekali. Sampai 45 ribu orang. Setahun selepas dirilisnya Smile, Laruku kembali merilis album yang diberi judul Awake. Seperti pendahulunya, album ini benar-benar dahsyat. Pasalnya, jauh sebelum dirilis, single Real World yang ada di album ini, langsung terpilih sebagai theme song anime Full Metal Alchemist dan dimainkan di acara pembukaan kompetisi nasional bisbol se-jepang. Begitu dirilis, lagi-lagi album ini membuat kejutan. Singel Jiyuu e no Shoutai yang dipasang sebagai single kojo, terpilih sebagai image song Daihatsu di tahun 2005. Wajar kalau dalam waktu singkat album ini masuk dalam daftar album terlaris di Jepang. Bulan September 2005, Laruku menggelar Asian Tour ke Cina, Hong Kong dan Korea. Ini adalah konser tur perdana mereka di benua Asia. Konon, tiket pertujukannya sudah sold out sebulan menjelang konsernya digelar.
Sepanjang karirnya, L’Arc-en-Ciel sempat membentuk tiga buah band alter ego. Band tersebut diantaranya :
D’ARK-EN-CIEL
Formasi band ini terbentuk saat Laruku masih diperkuat oleh Sakura. Pertama kali muncul ke permukaan, saat Laruku megelar tur konser “Kiss Me Heavenly” sepanjang tahun 1996. Yang membedakan D’ark-en-Ciel dengan Laruku adalah susunan playernya. Di band ini, Tetsu alias D’ark Tetsu jadi vokalis, Hyde alias Hyde Dark jadi gitaris, Suck-D’ark-La atau Sakura jadi bassis dan Ken a.k.a Keb D’ark jadi drummer. Konon, Laruku cuma memainkan beberapa lagu. Diantaranya Destroy, Minagoroshi, Banana Mask, Origoroshi, Dark In My Life, Accident, Insanity dan Bukhorosu.

THE ZOMBIEZ
Saat Laruku ditinggal oleh Sakura, mereka sempat vakum beberapa bulan. Waktu vakum ini mereka gunakan untuk membentuk band yang memainkan lagu-lagu mereka sendiri. Tetapi dengan band ini mereka merubah aranseman lagu-lagu mereka dengan aransemen yang kocak. Pesonilnya: Ken, Tetsu, dan Hyde.

P’UNK-EN-CIEL
Kalau yang ini band alter ego-nya Laruku era Yukihiro. Laruku memainkan lagu-lagu Laruku dalam format punk. Formasi Laruku dalam format punk. Formasi Laruku adalah : Tetsu P’unk (gitar/vocal), Hyde P’unk (gitar), Yukihiro P’unk (bas) dan Ken P’unk (drum).

Tidak ada komentar: